memikirkan mu...
Di tepi danau yang
banyak ditumbuhi ilalang
Kunang-kunang menebarkan cahaya
Berpendar terpantul cermin datar tak beriak
Kita rebah bertumpu
pada embun
... Kau raba kerinduanku
Dalam kegelisahan
yang terus mengiris
Langit menatap getir
Pada bulan yang
terlihat mesum
Matamu selaksa larik pedang
Terhunus menembus
lobang kemaluanku
Melumat sekelopak mawar
Yang mengelilingi
bejana suciku
Memancarkan percikan-percikan nafsu
Membekaskan aroma kejantanan
Kau jarah tiap-tiap lekukan
Tanpa
menyisakan percakapan
Pedangmu terus terhunus
Hingga kerinduan
benar-benar pupus..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar